Dukung Akselerasi Ekonomi Digital Open Finance

Dukung Akselerasi Ekonomi Digital Open Finance

Dukung Akselerasi Ekonomi Open Finance berperan dalam proses akselerasi ekonomi digital dan peluang di masa mendatang. Founder dan CEO Ayoconnect, Jakob Rost menjelaskan Open Finance API yang pertama di hadirkan Ayoconnect memungkinkan lembaga keuangan non-perbankan seperti perusahaan asuransi dan pemberi pinjaman untuk memulai pembayaran di rect debit (debit langsung) berulang dari rekening tabungan pelanggan.

“Proses integrasi API ini dapat dilakukan dengan mudah sehingga memangkas waktu. Dan usaha untuk negosiasi persyaratan dan pendaftaran dengan satu bank pada satu waktu,” katanya.

Ia menjelaskan, direct debit otomatis merupakan konsep yang relatif baru di Indonesia. Untuk meyakinkan pengguna bahwa teknologi ini di atur dengan benar dengan mempertimbangkan perlindungan konsumen. Beberapa waktu yang lalu Ayoconnect mendapatkan lisensi dari Bank Indonesia.

Jacob menilai

lisensi dari bank sentral ini memberi bukti kualitas infrastruktur dan proses Ayoconnect sesuai dengan regulasi yang berlaku. Saat ini Ayoconnect adalah satu-satunya pemain Open Finance di Indonesia yang memiliki lisensi tersebut.

Sektor bisnis yang menggunakan di rect debit API Ayoconnect termasuk penyedia layanan kesehatan digital Milvik Indonesia, aplikasi investasi GoTrade, dan platform kredit digital. Ketiganya menggunakan di rect debit API Ayoconnect untuk menawarkan pembayaran bulanan berulang kepada pelanggan mereka. GoTrade juga akan memanfaatkan API Ayoconnect untuk menjadi bisnis pertama di Indonesia yang menawarkan fitur isi ulang otomatis.

“Di rect debit otomatis membuat pengalaman pembayaran berulang menjadi lebih nyaman bagi konsumen dan bisnis. Sebelumnya, institusi finansial non perbankan dan perusahaan besar hanya mengandalkan pembayaran tunggal digital yang di inisiasi oleh pelanggan,” ujarnya.

Menurut Kementerian Keuangan Republik Indonesia,

kerangka ekonomi digital sangat penting karena potensi ekonomi digital di Indonesia sangat besar. Berdasarkan riset dari Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai ekonomi digital Indonesia akan mencapai US$70 miliar pada 2021 dan diperkirakan bisa mencapai US$146 miliar pada 2025, atau tertinggi di Asia Tenggara.

Potensi ekonomi digital masih terus berkembang dan nilainya di perkirakan melonjak hingga US$146 miliar pada tahun 2025. Dalam hal Open Finance, riset dari Accenture menyatakan implementasi Open Finance melalui penggunaan API akan meningkat sebesar 50% dalam tiga sampai lima tahun ke depan dan dapat membuka potensi pendapatan hingga US$416 miliar untuk industri jasa keuangan secara global.

Dari sisi regulator, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengembangkan pedoman progresif di ruang fintech dan merilis Cetak Biru Sistem Pembayaran Terintegrasi 2025. Bank Indonesia (BI) juga merilis spesifikasi Open API yang terdiri dari data, teknis, keamanan. Dan standar tata kelola untuk memungkinkan kerangka kerja berbagi data yang lebih lancar.

“Dengan dukungan dari pemerintah, tentunya peluang untuk saling bersinergi antar industri semakin memungkinkan. Regulasi keamanan data dan bertransaksi juga sudah memadai. Sehingga, proses adopsi Open Finance di Indonesia di harapkan bisa lebih cepat untuk mendukung akselerasi ekonomi nasional,” timpalnya.

Ke depannya, ia berharap Ayoconnect dapat terus menggandeng lebih banyak institusi untuk bergabung dalam jaringan API Ayoconnect dan berkontribusi dalam kemajuan ekonomi nasional.

“Pengenalan serta edukasi mengenai Open Finance kepada masyarakat luas tentunya juga akan kami inisiasi. Untuk mempercepat adopsi teknologi Open Finance di ekosistem industri keuangan Indonesia,” tandasnya.

Ayoconnect, platform Open Finance di Asia Tenggara, resmi membuka kantor barunya yang beralamat di Gedung Binakarsa, Kuningan. Ayoconnect menerapkan sistem remote working yang artinya, karyawan bebas untuk memilih di manapun mereka ingin bekerja, di kota mana pun, dan di negara mana pun.

Jakob mengatakan kantor baru yang di sebut sebagai ConnectLounge ini di harapkan bisa menjadi sarana untuk saling bersinergi. Baik untuk tim internal maupun dari berbagai industri dalam mendukung akselerasi ekonomi digital di Indonesia sebagai misi bersama. Dukung Akselerasi Ekonomi tersebut

Pinjaman