Hadapi Tantangan untuk Jaga Keuangan RI

Hadapi Tantangan untuk Jaga Keuangan RI

Jaga Keuangan RI:  Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menuturkan kebijakan fiskal dan keuangan negara harus selalu adaptif, responsif, fleksibel, akuntabel, transparan, dan memiliki tata kelola yang baik agar mampu menghadapi berbagai tantangan. Hal itu disampaikan Sri Mulyani dalam Upacara Peringatan Hari Oeang RI Ke-76 Tahun 2022.

Hadapi Tantangan untuk Jaga Keuangan RI

“Itu menjadi kunci untuk terus menjaga masyarakat, perekonomian Indonesia dan keuangan. Dia menjelaskan saat ini Indonesia telah mampu bertahan dari beragam tantangan. Mulai dari gejolak keuangan pada 1997-1998, naik turunnya harga komoditas hingga gejolak krisis global 2008-2009.

Selain itu Indonesia juga telah berhasil memulihkan diri dari krisis pandemi COVID-19 yang telah menimpa selama hampir tiga tahun, sedangkan saat ini sedang diuji dengan kondisi geopolitik global yang tidak menentu. Dia mengingatkan setiap tantangan memiliki pola yang berubah dalam menghadapinya sehingga kebijakan fiskal dan keuangan negara harus adaptif, responsif dan fleksibel agar mampu menyesuaikan diri.

Terlebih lagi, bayang-bayang resesi global pada tahun depan hingga krisis climate change atau perubahan iklim turut menimpa Indonesia sehingga kebijakan fiskal dan keuangan negara harus tanggap. “Ini bukan sebuah tantangan yang mudah, polanya berubah,” ujar Menkeu Sri Mulyani. Lebih lanjut, dia menuturkan Kementerian Keuangan dan keuangan (Kemenkeu) negara harus menjadi instrumen yang mampu memberikan jawaban dan solusi atas berbagai tantangan. “Tidak boleh Kemenkeu menjadi sumber masalah. Sinergi dan kolaborasi antar-unit serta kompetensi kita harus terus di asah.

Tantangan ke depan seperti apa?

Well, it is certainly coming from luar (Ya, itu pasti datang dari luar). Dia mengatakan, jika federal reserve menaikkan suku bunganya secara lebih agresif dapat menaikkan inflasi yang berakibat pada pertumbuhan ekonomi hingga ke negara berkembang.  Jadi itu yang harus kita hadapi. Spillover dari negara-negara advance dari ekonomi maupun policy yang mereka adopsi,” ungkapnya. Lebih lanjut, dia menjelaskan tantangan kedua yang sulit di prediksi yaitu konflik geopolitik.

Bendahara Negara itu mengatakan jika sebelumnya fokus konflik Ukraina-Rusia, kini terdapat pula konflik di Taiwan. Selanjutnya, tantangan ketiga, yaitu perubahan iklim. Sri Mulyani mencontohkan dampak perubahan iklim saat ini terjadinya kekeringan beberapa negara Afrika seperti Madagaskar. Kemudian suhu di India yang bisa mematikan yaitu mencapai 41 derajat celcius. Adanya gelombang panas di Eropa, dan kebakaran hutan di Australia.

Keuangan