Menabung dan Investasi Mana yang Lebih Baik ?

Menabung dan Investasi Mana yang Lebih Baik ?

Menabung dan Investasi mana yang lebih baik ? Sebelum membahas itu mari ketahui perbedaan dari menabung dan investasi.

Perbedaan Menabung dan Investasi

Menabung dan Investasi mana yang lebih baik ? Sebelum membahas itu mari ketahui perbedaan dari menabung dan investasi

Selama masa pandemi tren investasi menjadi sesuatu yang populer. Salah satu faktor pendorongnya adalah melonjaknya harga emas dan mata uang crypto secara pesat yang menyebabkan orang mulai sadar akan keuntungan yang di dapat dari investasi. Namun dibalik itu, tahukah anda tentang perbedaan antara menabung dan investasi?

Secara definisi menabung adalah kegiatan dengan menyisihkan dana sebagai persiapan kebutuhan jangka pendek atau kondisi darurat. Sedangkan investasi adalah mengembangkan uang yang di miliki untuk mendapat keuntungan dalam jumlah yang lebih besar. Pada dasarnya perbedaan yang paling mencolok antara menabung dan investasi terletak pada resiko dan potensi return yang didapat.

Tabungan dapat di ambil kapan saja dan memiliki resiko lebih rendah hasilnya adalah pasti sesuai dengan jumlah yang di tabungkan, sementara investasi memiliki jangka waktu panjang dan resiko yang lebih tinggi karena hasilnya tidak pasti bisa lebih tinggi atau lebih rendah di banding yang di investasikan di awal.

Meski begitu menabung bukan tanpa resiko, kita bisa saja mengalami kerugian dalam menabung ketika terjadi inflasi tinggi. Ketika inflasi terjadi nilai mata uang akan menurun dan akibatnya kita mengalami kerugian karena nilai tabungan kita saat itu lebih rendah di banding nilai pada saat kita mulai menabung meskipun jumlahnya tetap sama.

Dalam investasi, hal tersebut dapat di tanggulangi dengan cara membeli produk investasi yang pengembaliannya lebih besar atau sama dengan inflasi dengan begitu kita akan terhindar dari kerugian akibat inflasi tinggi.

Secara hasil yang di dapat, investasi juga menguntungkan dalam jangka panjang karena uang yang disimpan tidak tetap dan justru berkembang menjadi lebih banyak. Dalam waktu satu tahun uang yang di investasikan dapat meningkat satu hingga dua kali lipat di bandingkan dengan menabung di bank yang dalam satu tahun hanya mendapat bunga sekitar 4-5 persen.

Di lihat dari resiko dan peluang keuntungan yang ada, investasi sebenarnya tidak telalu menakutkan dan sulit untuk di lakukan. Kesabaran dan ketelitian menjadi kunci untuk mau mencari tau produk investasi yang di tuju baik berupa saham, emas, atau mata uang crypto.

Catat, ini Perbedaan Menabung dan Investasi yang Perlu Di ketahui

1. Investasi Memiliki Potensi Keuntungan yang Lebih Besar

Investasi memang menjadi salah satu langkah penting yang bisa membantu mencapai tujuan keuangan dengan cepat, sebab aktivitas keuangan ini memiliki potensi keuntungan yang cukup tinggi. Namun tidak akan bisa di nikmati dalam waktu yang cepat. Sebab pada umumnya investasi di lakukan dengan tujuan jangka panjang, sehingga hasil yang di dapatkan akan maksimal.

Seiring dengan berlalunya waktu, investasi kini sudah hadir dengan konsep modern dan lebih mudah di akses, bahkan dengan dana yang terbatas sekalipun.  Saat ini, investor sudah bisa melakukan investasi dengan dana mulai dari Rp 100 ribuan saja.

Banyak instrumen investasi yang kini bisa menyetorkan modal minim, seperti reksa dana, saham, pendanaan di p2p lending dan sebagainya. Selain itu, tabungan emas sekarang ini juga bisa di mulai dari setoran Rp 10 ribuan saja per bulannya.

Nilai modal yang kecil ini akan mempermudah calon investor dalam melakukan investasi di dalam keuangan. Namun jika memiliki dana yang cukup besar, maka membuka rekening deposito atau bahkan membeli properti bisa di jadikan sebagai pilihan.

2. Tabungan Menawarkan Keuntungan dan Risiko yang Lebih Kecil

Tabungan di bank menjadi salah satu bentuk simpanan yang bisa di jadikan sebagai cadangan dalam keuangan. Semakin rajin menabung, maka akan semakin banyak juga dana yang bisa di simpan.

Namun keuntungan dari tabungan ini tidak bisa di bilang besar, sebab pada umumnya bank hanya menerapkan bunga yang kecil pada tabungan nasabahnya.

Rata-rata bunga tabungan ini bahkan di bawah bunga deposito, yang pada dasarnya termasuk salah satu instrumen investasi dengan potensi keuntungan yang cukup rendah. Meski begitu, tabungan ini tetap harus di lakukan, guna mengantisipasi jika sewaktu-waktu membutuhkan biaya yang mendadak.

3. Investasi Menyediakan Lebih Banyak Pilihan

Semakin tinggi potensi keuntungan yang bisa di dapatkan dari sebuah instrumen investasi, maka semakin tinggi juga resiko yang harus di tanggung . Maka sebagai investor harus memahami sejak awal, sebelum akhirnya memutuskan untuk memilih salah satu jenis investasi.

Jika memiliki modal minim atau terbatas, lakukan investasi dalam bentuk reksa dana, saham, p2p lending atau bahkan tabungan emas. Sementara bila memiliki cukup modal yang besar, tak ada salahnya pilih jenis investasi seperti emas batangan / perhiasan, hingga properti.

4. Ada Jenis Tabungan Berjangka untuk Membantu Mencapai Target Finansial yang Di inginkan

Tabungan berjangka merupakan salah satu jenis rekening tabungan yang banyak di manfaatkan oleh para nasabah untuk mencapai target keuangan tertentu. Tabungan berjangka memiliki sistem di mana pemilik rekening harus menabung selama jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian dan dana yang di dalam rekening tabungan berjangka tersebut tidak boleh di ambil sampai waktu yang di sepakati tiba atau akan di kenakan denda.

Kebanyakan tabungan berjangkan ini menggunakan metode auto-debet dari rekening utama agar nasabah tidak perlu repot-repot transfer setiap bulan ke rekening tabungan berjangka. Keuntungan menggunakan tabungan berjangka adalah jumlah bunga yang di berikan lebih tinggi di bandingkan rekening tabungan biasa .

Tabungan berjangka pun memiliki beragam program yang bisa di sesuaikan dengan kebutuhan, misalnya untuk dana pendidikan, menikah, membangun rumah atau liburan.

Sedangkan pada saham, semua transaksi menabung saham atau investasi saham harus di lakukan sendiri. Terdapat juga risiko yang bisa di dapatkan seperti penurunan nilai saham dan hal lainnya. Dan berapa lama pun menabung saham, mendapatkan keuntungan atau tidak tergantung dari kapan kamu berani mencairkannya.

Menabung dan Investasi: Mana yang Lebih Baik?

Jumlah investor pasar modal Indonesia terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Berdasarkan data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per akhir Maret 2021. Jumlah Single Investor ID (SID) pasar modal telah mencapai lebih dari 4 juta investor atau mengalami pertumbuhan sebanyak lebih dari 24% dari posisi akhir 2020 lalu.

Fenomena ini berkaitan erat dengan fakta bahwa masyarakat mulai melek dengan kebutuhan atau pentingnya berinvestasi. Meskipun demikian, jumlah investor pasar modal sebanyak 4 juta investor masih terhitung kecil di bandingkan penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta orang. Salah satu faktornya adalah minimnya literasi mengenai investasi saham di Indonesia.

Lalu, apakah terdapat perbedaan antara berinvestasi dan menabung? Sebagai bagian dari unit bisnis PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP). MNC Sekuritas senantiasa mendorong nasabahnya agar semakin intens dalam berinvestasi. Rupanya, terdapat perbedaan antara menabung dan investasi.

Dari sisi risiko dan imbal hasil, keduanya menawarkan hal yang berbeda. Tabungan memiliki risiko yang lebih kecil daripada investasi. Tetapi imbal hasilnya pun juga tidak besar, biasanya berkisar antara 0,25% hingga 2% per tahun. Belum lagi di potong biaya administrasi per bulan.

Di sisi lain investasi justru bisa menjadi senjata untuk melawan inflasi karena investasi menawarkan potensi imbal hasil atau keuntungan yang lebih besar. Dengan investasi, aset yang di miliki di harapkan dapat bertumbuh dari tahun ke tahun. Secara umum, potensi imbal hasil dari pasar modal dengan berinvestasi saham tercermin dari return tahunan IHSG selama 10 tahun terakhir.

Dalam 20 tahun terakhir, IHSG mampu menawarkan return di atas 18% per tahun. Contohnya jika kita menaruh modal di investasi saham 20 tahun lalu senilai Rp 1 juta. Perkiraan imbal hasil berikut modal yang di peroleh setelah 20 tahun sebesar Rp4,6 juta. Artinya, modal kita bertumbuh menjadi hampir 5 kali lipat.

Mengalokasikan sejumlah penghasilan menabung dan investasi merupakan keputusan yang tepat, sebab hal ini akan membantu mencapai kondisi keuangan yang stabil. Lakukan keduanya secara bersamaan dengan konsisten, namun tetaplah sesuai dengan kondisi keuangan.

Sebaiknya cari tahu terlebih dahulu menyoal jenis investasi yang akan dipilih agar bisa lebih mudah mengelola investasi tersebut.

Keuangan